Genre : Romance
Cast :
·
Shin Aerie as you
·
Kang Hye Won as Aerie’s friend
·
No Min Woo
·
Jo Young Min
·
Jo Kwang Min
~~~~Aerie’s POV
Sudah sejak kemarin Hye Won tampak lesu. Dan entah
mengapa aku merasa ia sedikit ‘menghindariku’. Apa yang terjadi padanya? Apakah
tentang Young Min? Apa jangan-jangan ia nekat nembak Young Min lalu
ditolak? Tidak mungkin....karena pasti ia
sudah gantung diri.
Lalu apa?
Aku segan untuk bertanya. Sebaiknya aku biarkan dia
sendiri dulu. Hm...lebih baik aku mencari udara segar di luar kelas saja.
Mumpung sedang jam kosong.
“Aerie-ah?”
Aku menoleh. Hah? Young Min?
“Bisa bicara sebentar?”
“Ok.” Jawabku. Bukannya apa-apa loh, aku cuma ingin
cari tahu apa yang terjadi diantara mereka. Bagaimana pun, Hye Won adalah
temanku. Temanku yang pertama dan satu-satunya di sekolah ini. Kok, jadi
dramatis gini sih?
“Ada apa?” kami sengaja bicara di atap sekolah,
malas kan kalau ada yang nguping.
“Bisakah kau bujuk Hye Won-ah untuk ikut camping di pantai hari minggu besok? Kau ikut juga.
Bagaimana? Bisa kan?”
Namja ini....tau-tau nodong aja. Maksa
banget.
“Memangnya ada apa denganmu dan Hye Won-ssi?” aku menyipitkan mata. Tapi ia
hanya diam dan memandang sepatunya. Baiklah kalau begitu...cowok memang makhluk
yang aneh.
“Berangkat jam berapa?” kataku. Ia langsung
mendongak dan tersenyum lebar. Kelihatannya senang sekali. Waduh! Kok jantungku
berdebar-debar begini? Apa ini yang disebut Hye Won ‘Young Min’s smile power’?
sepertinya aku sedikit mengerti perasaan Hye Won.
“Kamsa
hamnida!!!” tiba-tiba ia meraih tanganku dan menggenggamnya erat sekali.
“Biar kujemput besok, datang saja ke sekolah jam 7 pagi ok?!”
“Ok.” Aku tak suka ia menggenggam tanganku seperti
ini. Kalau tiba-tiba Hye Won muncul entah apa yang akan dipikirkannya. Lalu ia
berlari meninggalkanku.
“Hm...sekarang bagaimana?”
Aku sudah terlanjur berjanji nih, harus apa ya?
Yasudah dicoba dulu saja.
Dalam perjalanan ke kelas, aku bertemu bu Ah Jung.
Ia tampak senang juga. Ada apa ya?
“Aerie, selamat yah!”
“Untuk...apa?”
“Permohonan beasiswamu diterima!”
Ting! Aku jadi ingat dengan pengajuan beasiswa ke
Jepang yang kuajukan beberapa hari lalu.
“Cepat sekali bu hasilnya keluar?”
“Iya, ini karena mereka kagum dengan hasil
akademikmu. Tapi berangkatnya masih lumayan lama, sekitar sebulan lagi.
Bagaimana? Kamu terima kan?”
“Eh, saya bicarakan dulu dengan orangtua ya bu.”
“Baiklah. Ibu tunggu jawaban positifnya ya!” ia
menepuk bahuku lantas pergi dengan mendekap buku-bukunya.
Well...beasiswa ya. Apa aku serius kepingin yah? Ah
sudahlah, sekarang yang penting adalah bagaimana cara membujuk Hye Won.
~~~~Min Woo’s POV
“Mwo??” aku
tak salah dengar kan?
“Asik...jalan-jalan!” seru Kwang Min seperti bocah.
Entah kapan ia mau bersikap dewasa.
“Kau, mengajak Aerie camping?” kataku tajam pada
Young Min.
“Yap.” Jawabnya.
“Dan dia...menerimanya?”
“Tentu saja!” Young Min sewot.
Ini tidak bisa dibiarkan. Apa-apaan sih Aerie itu!
Semalam ia bardansa denganku dan sekarang ia mau saja ikut camping dengan namja lain? Tidak bisa! Aku gak rela!
“Aku ikut!” kataku cepat.
“Ikut saja.” Kata Young Min sambil tersenyum. Ih,
aneh sekali dia ini. Apa sih yang ia rencanakan?
Setelah kemarin dia uring-uringan sekarang ia
terlihat begitu senang. Dasar ababil.
Hishhh....Aerie-ssii,
kamu apakan aku? Jadinya begini? Rasanya seperti kamu hipnotis aku...
Duh, jadi kebayang senyumannya kemarin. Aku jadi
ingin bertemu dengannya lagi! Aerie~~~aku kangen!
~~~~Author’s POV
Keesokan harinya....
“Mana temanmu? Lama sekali!” Hye Won tampak tak sabar. Cuaca cukup panas
pagi ini, mungkin itu yang membuatnya tidak betah.
“Sabar...” sahut Aerie.
Dan tak lama kemudian sebuah mobil mini bus berhenti di depan mereka, kaca
depannya terbuka dan kepala Kwang Min menyembul keluar.
“Annyong hasimnika!!” Kwang Min
turun dari mobil. Lalu diikuti oleh Min Woo dan Young Min yang duduk di kursi
pengemudi.
“Lama!” desis Aerie.
“Mian...” Young Min mendekat lalu
mengangkat tas milik Hye Won. “Kubantu,” katanya sambil tersenyum. Tapi Hye Won
malah menunjukkan wajah datar. Sedangkan Min Woo langsung menyambar tas Aerie
lalu membawanya masuk mobil.
“Nah, ayo semuanya naik!! Kita berangkaaattt!!” dengan semangat Kwang Min
naik lagi ke mobil. Ia selalu suka jalan-jalan seperti ini.
“Kenapa kau tak bilang kalau temanmu itu mereka?” Hye Won mendesis. Ia duduk di kursi penumpang bersama
Aerie dan Min Woo.
“Loh? Kemarin kamu kan gak nanya.” Sahut Aerie enteng. Kalau ia bilang yang
sejujurnya, mana mungkin mereka bisa pergi.
Dan begitulah, selama perjalanan Kwang Min terus-terusan menyanyi sedangkan
Young Min tak hentinya melirik wajah Hye Won lewat spion. Dan Min Woo sesekali
melihat ke arah Aerie yang duduk diam sambil menatap ke luar jendela.
~~~~Aerie’s POV
Akhirnya kami sampai juga. Ada banyak pengunjung yang
datang ke pantai ini. Karena niatnya kami akan camping, jadi hal yang pertama
kami lakukan setelah sampai adalah memasang tenda. Tentu saja aku dan Hye Won
hanya jadi penonton.
“Nah, selesai!” Kwang Min melemparkan tasnya ke
dalam tenda.
“Bagaimana kalau kita bermain sekarang?” Young Min
menatap ke arahku dan Hye Won. Hye Won langsung membuang muka. Wah...jadi benar
ini karena Young Min.
“Bagaimana kalau kita naik speed boat?” usul Kwang
Min.
“Sepertinya terlalu ramai untuk bermain speed
boat.” Kata Min Woo sambil melihat ke pantai. “Kita main air saja, atau voli
pantai. Bagaimana?”
“Aku mau tidur.” Kataku lantas mengindar ke tenda.
Aku tidak suka tempat ramai begini, jika bukan demi Hye Won aku lebih memilih
tidur di rumah.
“Kenapa tidak ikut?” tiba-tiba kepala Min Woo
muncul.
“Malas.” Kataku acuh sambil memasang earphone.
“Ayolah...” ia menarik paksa aku.
“Ya! Apa
yang kau lakukan?!” dan parahnya, ia kemudian menggendongku seakan aku ini
karung gandum, Namja gila! Aku bisa
mendengar Kwang Min tertawa keras. Awas saja kau No Min Woo!
Akhirnya terpaksa aku berpanas-panasan di tengah
kerumunan orang. Sekarang mereka (kecuali aku, tentu saja) sedang bermain voli
pantai. Ih...keringat membasahi tubuh mereka. Aku tak mau dekat-dekat dengan
mereka.
Ini kali pertama aku pergi dengan teman. Aku
biasanya menghabiskan akhir pekan dengan bermalas-malasan di rumah. Jadi begini
toh yang namanya jalan-jalan dengan teman...rasanya menyenangkan juga.
~~~~Min Woo’s POV
Tak terasa hari sudah sore. Dan sekarang kami
berlima duduk di atas pasir pantai yang halus sambil menatap matahari yang
sebentar lagi akan tenggelam. Seharian ini kami bermain habis-habisan tanpa
kenal lelah, yah...kecuali Aerie. Dia hanya menonton kami saja. Aku sudah
bilang belum? Dalam pakaian santainya Aerie juga tampak cantik.
Aerie sudah menjadi Aerie yang dulu lagi. Aerie
yang dingin dan pendiam. Sorot matanya juga sudah kembali lagi menjadi sorot
mata datar tak berambisi. Apa ia punya dua kepribadian? Karena ‘dia’ yang kemarin
benar-benar tidak seperti’nya’. Tapi kalau boleh jujur, entah mengapa aku lebih
suka Aerie yang begini. Dan sepanjang hari ini dia tidak tertawa ataupun
tersenyum. Padahal aku sudah kangen dengan senyumannya dan cara dia
memanggilku.
Dan matahari pun tenggelam, berganti bulan dan
langit yang gelap. Yak, ini waktunya kami kembali ke tenda dan menyiapkan makan
malam. Lagipula anginnya juga semakin kencang.
Aku tak sengaja melihat Young Min sedang menatap
Hye Won dengan tatapan yang sulit diartikan. Yah, jalan-jalan ini sepenuhnya idenya
sih. Tapi sepertinya tidak berjalan lancar. Sejak berangkat Hye Won terus
berpura-pura seakan Young Min tak kasat mata. Aku jadi kasihan pada Young Min.
Aneh juga. Young Min biasanya tidak begini.
Ternyata cinta itu bisa merubah seseorang ya. Yah...seperti aku juga.
~~~~Author’s POV
Mereka beranjak dari pinggir pantai, kembali ke tenda. Kwang Min yang sudah
lapar dengan semangatnya berlari meninggalkan yang lain. Dan tiba-tiba saja,
atmosfer diantara mereka langsung berubah drastis.
Young Min yang tampak gelisah akhirnya membuat keputusan. Tepat ketika Min
Woo dan Aerie berjalan jauh di depannya dan Hye Won, ia menarik tangan yeoja itu.
“Hye Won-ah, aku mau bicara
denganmu!”
“Lepaskan tanganku!” Hye Won menghentakkan tangannya dengan kuat.
“Baik...tapi aku butuh bicara denganmu.” Young Min berusaha menatap mata
Hye Won yang terus menghindarinya.
“Ada apa sebenarnya? Kenapa kau berubah?” tanya Young Min lirih. Dan rasa sesak dalam dadanya tiba-tiba
menyeruak keluar. Baru kali ini ia merasakan begitu sakit hati.
“Apa kau sudah tak menyukaiku lagi?” tanya Young Min akhirnya. Seakan
sebagian beban yang ada di pundaknya terangkat. Hye Won menatapnya datar, tanpa
senyum. Dan Young Min sadar betapa ia merindukan wajah Hye Won yang dulu saat
ia selalu tersenyum untuknya.
“Ya.” Jawab Hye Won tanpa ekspresi lalu ia berbalik dan meninggalkan Young
Min yang diam membatu.
“Tidak!” Young Min mengejar Hye Won dan mendekapnya dari belakang. “Aku
tidak terima kau bilang begitu!” Young Min mendesis lirih di telinga Hye Won.
Saat itu, ia bisa mendengar detak jantungnya
yang tak karuan. “Jangan bilang begitu,” Young Min merasa dadanya makin
sesak.
“Saranghae....”
Kata-kata Young Min tadi dengan segera membuat jantung Hye Won berdebar
kencang. Apa dia tak salah dengar?
“Saranghae Hye Won-ah....Saranghae.....” Young Min
mempererat dekapannya.
Hening. Yang terdengar hanyalah suara deburan ombak dan angin yang
menggoyangkan pelepah pohon-pohon kelapa.
“Oppa....”
~~~~Aerie’s POV
Aku gak akan tanya apa yang terjadi antara mereka
(Young Min dan Hye Won) tadi. Tapi sepertinya keadaan sudah jadi lebih baik.
Aku bahkan melihat Hye Won membalas senyuman Young Min. Semoga saja itu
pertanda bagus.
“Hei, Aerie-ah,
apa kamu memiliki kepribadian ganda?” tanya Min Woo tiba-tiba saat kami sedang
mengelilingi api unggun sambil meminum cokelat panas. Ia berbisik seakan kami
ini membicarakan hal rahasia.
“Hah?”
“Padahal kamu sangat cantik kalau tersenyum.”
Katanya lagi.
“HAH?” kenapa dia ini? Aku mendekatkan wajahku ke
wajahnya.
“Apa yang kau lakukan?!” ia menatapku terkejut tapi
tetap tidak bergerak.
Aku menarik wajahku. “Kupikir kau jadi melantur
begini karena demam. Tapi tidak...sebaiknya kau cepat tidur saja, bicaramu
benar-benar aneh. Kapan aku tersenyum padamu? Jangan mimpi!”
“Lagi-lagi kau bersikap begini. Di pesta waktu itu
kau berpura-pura tak mengenaliku, sekarang juga kau tak mau mengakuinya.
Padahal kita sudah berdansa semalaman.”
Aku berdiri. Menatapnya dengan tatapan kasihan.
“Kau tahu? Aku rasa kau sudah gila.”
“Apa maksudmu?”
“Aku tak suka ke pesta, aku tak suka berdansa jadi
tak mungkin itu terjadi. Aku juga tak suka tersenyum!” lalu meninggalkan mereka
dan masuk ke tenda. Tidur.
~~~~Min Woo’s POV
Yeoja itu sungguh aneh (tapi cantik). Tapi aku sudah tak bisa berhenti menyukainya.
Entah sejak kapan perasaan ini sudah tumbuh menjadi begini besar. Kalau dulu,
aku bisa dengan mudah merayu cewek-cewek
dan membuat mereka jatuh cinta padaku. Sedangkan dengan Aerie, aku harus
menjaga ucapanku agar ia tidak marah. Seperti tadi. Dan dia-lah yang membuatku
jatuh cinta, bukan sebaliknya. Aerie memang berbeda.
Di sekolah, ia selalu mengenakan rok selutut yang
sudah jarang digunakan lagi oleh siswi-siswi yang ‘hobi’ memendekkan rok
mereka. Tubuhnya cukup tinggi tapi ia terlihat kecil karena sedikit kurus.
Rambutnya yang hitam panjang tampak halus dan harum, aku ingin sekali menghirup
baunya. Berbeda dengan Hye Won yang memoleskan sedikit make-up saat sekolah,
Aerie tampil polos. Tapi ia malah terlihat lebih cantik dibandingkan dengan
mereka yang memakai make-up. Matanya yang bulat dengan bulu matanya yang lentik
selalu tampak tak bersemangat. Padahal ia akan jadi lebih cantik saat ia mau
membuka dirinya dan tersenyum kepada orang-orang.
Nah, sikapnya yang jelek itu yang menyulitkanku
untuk menebak perasaannya. Tapi sepertinya ia tidak menyukaiku, ya kan? Awal
perjumpaan kami juga tidak seromantis dalam cerita cinta. Tapi aku tak mau
menyerah.
Okelah, mungkin ia illfeel padaku tapi mengakui
untuk sekali saja kalau kami pernah berdansa kan tidak begitu memalukan. Apa aku
seburuk itu ?
Arrrrgggghhhhhhhhh...........!!! aku benci kamu!
Tapi tetep cinta juga sih. Aish...aku menyedihkan.
~~~~Author’s POV
“Lihat siapa yang datang!” Young Min yang tiba-tiba muncul berteriak sambil
memukul meja. Min Woo dan Kwang Min yang sedang main game (untuk melepas
stress, kata Min Woo) di basecamp mereka langsung menoleh.
“Hai...”
“Dong Hyun-hyung!” seru Kwang
Min. “Sendirian?”
“Hai...” kata dua orang lain yang baru datang. Hyun Seong dan Jeong Min.
“Kenapa tiba-tiba kemari?” tanya Min Woo. Mereka tersenyum.
“Sebenarnya....” Young Min menarik keluar sebuah gulungan.
~~~~Aerie’s POV
Kenapa kami masih harus masuk sih? Ini kan hanya
penutupan turnamen antar sekolah saja. Padahal aku ingin chattingan dengan oppa seharian ini.
Yah, turnamen olahraga tiap tahun yang diadakan
atas kerjasama sekolahku, sekolah putri Seoulja dan sekolah putra Damian ini
memang selalu disambut antusias (kecuali aku, tentu saja). Karena tahun ini
kami menjadi juara umum, maka acara penutupan diadakan di sekolah kami. Setelah
pidato dan penyerahan piala biasanya akan dilanjutkan dengan hiburan yang
dikhususkan untuk para murid. Ada yang menampilkan band, drama, film pendek dan
sebagainya.
Hye Won dengan memaksa mengajakku menontonya di
hall utama. Sekolah kami tidak lagi hanya di penuhi oleh siswa-siswi sekolah
ini tapi juga dari sekolah-sekolah peserta turnamen. Ada banyak siswi sekolah
putri Seoulja dan siswa sekolah putra Damian berseliweran dari tadi. Mereka
juga ikut ambil bagian dalam acara ini. Baru saja band dari sekolah putra
Damian tampil dan disambut antusias oleh semuanya (sekali lagi, kecuali aku).
Hye Won menarikku sampai berada di barisan depan.
Kalau dia bukan temanku mana mau aku dibeginikan. Tapi, Hye Won sudah kembali
seperti Hye Won yang dulu. Syukurlah.
“Sebentar lagi mari kita saksikan penampilan dari
sekelompok cowok tampan, inilah mereka.....!!!!” kata MC dengan semangat.
Sepertinya MC itu salah bicara, karena yang muncul
adalah Kwang Min yang diikuti oleh Min Woo, Young Min dan tiga namja lain yang aku tak tahu siapa
namanya. Apanya yang tampan? Jelas ada perbedaan persepsi tentang ‘tampan’ di
sini.
“Hai semuanya....!!!” seru Kwang Min. Awalnya aku
tak tahu itu Kwang Min kalau saja ia tidak memperkenalkan diri. Karena kali ini
rambut si kembar itu sama-sama berwarna hitam dan modelnya pun sama. Baju juga
mirip-mirip, hanya beda warna saja. Berbeda warna rambut saja aku masih salah
mengenali, setelah jadi begini jangan harap aku bisa mengenali mereka.
Ish...berisik sekali. Kenapa cewek-cewek bisa
teriak-teriak hanya karena mereka sih? Apanya coba yang bisa dilihat dari
mereka?
“Begini...” Kwang Min mulai bicara lagi. “Kami akan
menyanyikan sebuah lagu, yang kami persembahkan secara khusus untuk
seseorang...ADUH!” Min Woo dan Young Min memelototi Kwang Min setelah jitakan
keduanya yang cukup keras mendarat di kepala namja malang itu. “OKEH! Untuk DUA orang! Puas?!” ia berkata penuh
penekanan pada kedua orang itu.
“Jadi bagi yang bersangkutan, tolong dengarkan
baik-baik ya? Kami sudah susah payah loh, apalagi hyung-ku dan Min Woo yang sudah membuat koreografinya. Arra?!” serunya yang dijawab oleh
gemuruh penonton.
Arrrrggghhhhhhhhhh...........berisik!!!
~~~~Min Woo’s POV
Dia ada di sana. Hanya berdiri diam menatap kami,
bagaimana ini? Apa aku bisa melakukannya
dengan baik?
Aerie-ssi,
kali ini saja, tolong lihat aku. Hanya aku. Saranghae
Aerie.....
~~~~Author’s POV
Sebuah lagu mulai mengalun dan keenam orang itu sudah mengambil posisi.
Penonton bersorak sekali lagi untuk mereka dan......show time!
Would you be
my Girl Friend?
Nan neoui
Boy Friend
nan neoui Boy Friend
neon naui Girl Friend
neon naui Girl Friend
nan neoui Boy Friend
neon naui Girl Friend
neon naui Girl Friend
Merekapun mulai menari dengan
lincahnya. Terutama Min Woo. Semua tampak menari dengan semangat, mencoba
meluluhkan hati orang yang sedang melihatnya. Semua kata-kata yang mereka
rangkai itu adalah perasaan mereka yang dalam. Sesuatu yang coba mereka
ungkapkan saat bicara saja tak cukup. Setidaknya begitu bagi Min Woo dan Young
Min.
Kau mengesankan, kau lebih baik daripada yang
lain
Aku sibuk setiap hari (sibuk) hatimu terluka
(luka)
Cintaku padamu tidak akan berubah, aku tidak
akan melihat yang lain selain dirimu
Aku tidak tahu kenapa hatiku seperti ini
Bahkan ketika aku merasa sangat lelah suatu
saat
Aku ingin kau ada di sisiku
Bahkan ketika kita bertengkar, kau selalu
menggenggam tanganku erat
Kau, kau, baby, kau kau
Aku ingin membuatmu tertawa setiap hari
Aku kekasihmu satu2nya e e e
Kau kekasihku satu2nya e e e
Aku akan melindungimu, aku selalu
memperhatikanmu
Aku akan melakukan itu semua hanya untukmu
Kau adalah kekasihku e e e
Kekasihku satu2nya e e e
Aku akan menjadi bintang untukmu agar kamu
dapat melihatku
Aku akan menjadi kekasih hanya untukmu
Aku berada di sampingmu tanpa sarat, aku
adalah seorang pemenang di matamu
Tidak peduli apapun, aku akan selalu berasa
di sampingmu untuk melindungimu
Aku mendapatkan balasanmu, jangan
khawatir
Aku akan menggenggammu dalam tanganku dari
sekarang
Tersenyum, tiupkan untukku a kiss, oh manis
seperti itu
Bahkan ketika aku merasa sangat lelah suatu
saat
Aku ingin kau ada di sisiku
Bahkan ketika kita bertengkar, kau selalu
menggenggam tanganku erat
Kau, kau, baby, kau kau
Aku ingin membuatmu tertawa setiap hari
Aku kekasihmu satu2nya
Kau kekasihku satu2nya
Aku akan melindungimu, aku selalu
memperhatikanmu
Aku akan melakukan itu semua hanya untukmu
Kau adalah kekasihku
Kekasihku satu2nya
Aku akan menjadi bintang untukmu agar kamu
dapat melihatku
Aku akan menjadi kekasih hanya untukmu
Perasaanku padamu tidak akan berubah
Kita dimiliki dunia ini, aku tidak akan
membiarkanmu pergi
Jangan khawatir. Jangan menangis, kau adalah
wanitaku
Duniaku, apakah kau percaya padaku?
Aku kekasihmu satu2nya e e e
Kau kekasihku satu2nya e e e
Aku akan melindungimu, aku selalu memperhatikanmu
Aku akan melakukan itu semua hanya untukmu
Kau adalah kekasihku e e e
Kekasihku satu2nyae e e
Aku akan menjadi bintang untukmu agar kamu
dapat melihatku
Aku akan menjadi kekasih hanya untukmu
Hye Won sampai menitikkan air mata
melihat kesungguhan Young Min yang benar-benar memenuhi janjinya malam itu. Ia
tak menyangka bahwa yang ingin ditunjukkan oleh Young Min adalah ini. Sebuah
lagu untuknya dan tentu saja Aerie juga. Ia akhirnya tahu kalau maksud Young
Min tempo hari yang menanyainya tentang Aerie adalah permintaan Min Woo.
Sebagai teman, Young Min tak bisa menolak.
“Nomu kamkyeokhaeso nunmuri nanda...” kata Hye Won sambil mengusap air matanya
yang sekarang membanjir.
“Kamu sudah nangis dari
tadi! Bagaimana sih!” Aerie mengernyit. Sudah nangis kok bilangnya baru mau,
aneh.
Aerie yang dari tadi diam makin
bertambah diam setelah penampilan itu berakhir. Mereka semua tampak sedikit
kelelahan dan mencoba mengatur napas mereka. Setelah mengucapkan salam,
semuanya turun dari panggung. Kecuali Min Woo. Sekarang Aerie tak bisa
melepaskan pandangannya dari Min Woo meski hanya sekejap.
Saat Min Woo menari tadi, Aerie
merasa ada sesuatu yang begitu ingin disampaikan namja itu. Dari wajahnya yang tampak serius tadi Aerie yakin Min
Woo sedang berusaha keras. Dan semuanya itu disampaikannya dengan baik. Aerie
sekarang sudah mengerti. Di tiap gerakan dan lirik yang ia nyanyikan, ada
perasaan yang begitu halus dan lembut. Cinta kah? Sepertinya iya jika Aerie tak
salah. Min Woo mencintainya.
“Aku ingin menyampaikan satu hal
lagi...” Min Woo berkata masih setengah ngos-ngosan. “Aerie-ah, maukah kau naik ke atas sini?”
Mwo??
“Ayo Aerie!!” Hye Won langsung
menarik Aerie paksa, membawanya ke atas panggung,
Aerie yang tak menyangka hal itu
jadi tak bisa berbuat apa-apa. Dan saat pandangannya dan Min Woo bertemu, ia
merasa wajahnya panas sekali. Dan jantungnya berdetak lebih kencang dan seakan
mau meledak! Ottokhae???
Min Woo berjalan mendekatinya.
Sekarang Aerie bahkan sudah tak mendengar sorakan penonton karena ia hanya
fokus pada apa yang Min Woo lakukan. Bahkan ia tak sadar kalau Hye Won
mendorongnya agar lebih dekat dengan Min Woo. Min Woo tiba-tiba berlutut di
hadapannya.
“Mungkin aku bukan cowok yang cukup
baik di matamu. Aku juga tidak tahu apa yang bisa membuatmu tertawa, tapi aku
menyukaimu. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik dan membuatmu tersenyum.
Maukah kau menjadi yeojachingu-ku?”
kata Min Woo sambil memberinya sekuntum mawar yang entah datang dari mana.
Aerie speechless.
Aerie akhirnya menerima bunga itu.
Tadi hampir saja ia menjawab ‘iya’. Tapi ucapan Min Woo di pantai waktu itu
mengingatkannya akan sesuatu.
“Kau menyukaiku?” tanya Aerie.
“Iya. Sangat suka.” Min Woo
mengangguk kuat-kuat.
Hening.
“Itu bagus.” Kata Aerie. “Mau sampai
kapan kau berlutut begitu? Berdiri!”
Min Woo langsung berdiri, wajahnya
tampak gelisah. ‘Bagus’ itu apa maksudnya?
“Sudah selesai belum?” tiba-tiba si
kembar Jo muncul. Ajaib! Mereka terlihat benar-benar mirip! Dari ujung rambut
sampai ujung kaki. Suaranya pun agak mirip (memang sengaja dimirip-miripkan sih).
“Memangnya kenapa?” Aerie sekarang
pindah posisi ke samping Hye Won. “Ah, pasti ada perlu dengan dia ini kan?”
“Ah, iya. Durasi ya...” Min Woo
sadar ia sudah menghabiskan waktu lebih dari yang telah mereka sepakati. “Hye
Won-ah, bisakah kau mengenali yang
mana Young Min-mu? Young Min ingin memastikan sesuatu. Tapi bukannya ia tak
percaya pada perasaanmu. Ayo, cepat!”
Penonton bertambah riuh. Ah, ini
manis sekali. Membedakan orang kembar hanya bermodal insting dan cinta saja.
Rasanya ini terlalu sulit, bagaimana pun mereka terlihat sama. Apakah akan
berhasil?
Mata Hye Won menatap kedua namja itu bergantian. Lalu dengan
langkah mantap ia berjalan ke arah kanan, dan berhenti tepat di hadapannya. Ia
diam sebentar lalu menatap namja itu
serius.
“Oppa.....”
Hye Won berbisik halus. Sedangkan Aerie dan Min Woo masih sibuk mencari di mana
bedanya, Hye Won sudah tampak begitu yakin dengan pilihannya.
“Oppa
kau hanya sedikittt saja lebih jelek dari hyung-mu
dan sedikit lebih pendek. Tapi tidak apa-apa, nanti juga akan ada cewek yang
suka padamu.” Kata Hye Won yang kontan saja membuat semuanya kaget. Jadi...?
“Oppa...”
Hye Won beralih ke namja yang ada
di sebelah kanan a.k.a Young Min asli. “Aku tak mungkin salah mengenalimu
karena aku sangat menyukaimu. Saranghae
oppa...!” lalu Hye Won memeluk Young Min yang juga balas memeluknya.
Sepertinya mereka sudah lupa sedang ada di mana.
“Aku tahu kau tak mungkin salah. Nado saranghae Hye Won-ah...!!” Young Min makin mengeratkan
pelukannya.
“Ya,
apa maksudmu lebih jelek?!” Kwang Min yang tak mengerti sikon tiba-tiba
menyela. “Kami ini kembar! Jadi mana mungkin aku lebih jelek darinya! Dan
tinggiku sama dengannya! Nih lihat!” Kwang Min memaksa Young Min melepaskan
pelukannya dan menjajarkan Young Min dengan dirinya. “Kan? Tinggi kami sama!”
Hye Won tertawa. “Oppa, itu kan karena sol sepatumu saja
yang tebal.” Katanya pada Kwang Min.
“Sudah terima saja!” Young Min
tertawa keras.
Dan akhirnya karena durasi untuk
mereka sudah habis, mereka terpaksa turun diiringi sorakan penonton. Padahal
bagi Min Woo, urusannya dengan Aerie belum selesai.
“Aerie-ssi, kita perlu bicara.”
“Apa?”
“Aku menyukaimu.” Min Woo mencoba
menjelaskan maksudanya.
“Ya, aku tahu itu.”
“’Bagus’ itu maksudnya apa?” ia
mulai tak sabar.
“Ya
bagus. Memangnya apa?” Aerie tampak acuh, ia kemudian mengeluarkan
HP-nya yang bergetar. Ada telepon.
“Yeoboseo...”
kata Aerie. Min Woo hampir saja menarik HP-nya kalau saja Aerie tidak langsung
lari begitu orang yang meneleponnya itu bicara.
“Ya!
Aerie-ssi!!!” teriak Min Woo.
Tapi Aerie hanya menoleh saja dengan HP yang masih menempel di telinganya.
“Aku ada perlu, pergi dulu ya!” lalu ia segera menghilang.
Sekali lagi Aerie meninggalkan
mereka dan mereka hanya bisa diam membatu. Terutama Min Woo. Bagaimana nasibnya
sekarang? Aerie kau tega! Min Woo menangis dalam hati.
“Sepertinya tadi itu suara cowok...”
kata Kwang Min. Min Woo langsung mendongak. “Yakin?”
“Masa’ kalian tidak dengar? Kan
jelas sekali...”
“Tidak bisa begini, aku harus
mendatanginya!” Min Woo kumat cemburunya.
“Memangnya kau tahu ia pergi
kemana?” Young Min menatap temannya itu tak sabar. “Babo...!” cibirnya.
Yah, memang Min Woo tidak tahu
kemana Aerie pergi. Lalu ia harus diam saja nih? Sebagai lelaki ia tidak terima
digantung begini!
“Ke rumahnya saja.” Usul Hye Won.
Min Woo seperti menemukan oase di tengah padang pasir saat mendengarnya.
“Kau punya alamatnya?”Bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar